Langkah-langkah kecil ku
hentakkan, Berjalan aku di sebuah pusaran
Jika jembatan Tuhan ada ujungnya,
Maka aku berjalan dalam jembatan Setan
Habis peluh aku berlari,
tak jua ku jumpa akhir perjalanan
ini
Aku berjalan dalam pusaran, Tuan
Tiada sesiapa bersamaku selain
awan
Dalam deru berat nafas ku
Tiba saat nya aku melihat tiga
jalan berliku
Ini benar jembatan Setan, aku
berjalan dalam pusaran
Sekali lagi hanya bersama awan
Nafas ku tinggal satu dua
Kaki terpijak tak lagi terasa
Lalu, sebuah suara berkata
melembutkan
Aku bertanya suara siapa? rupanya
itu Sang Awan
Ia berteriak agar aku terus ke
kanan
Aku mendongak, lalu bertanya
Ada apa di sana ?
Suasana hening, tak ada suara
Angin berhembus pelan, sebening
mutiara
Burung punai di sana, seakan tau
Bahwa nyiur yang melambai, sedang
mencoba merayu sang bakau
Langit lengang
Awan berarak membentuk pusaran
Mentari bersinar meregang
Satu-satu angan terhampar tanpa
harapan
Aku mendesah, gelisah
Bagaimana harus ku selesaikan
perjuangan ini
Awan yang berbicara itu, tak lagi
bersuara
Kemana aku akan melangkah…
Kini aku melewati sebuah hutan
rimba
Sunggu kelam, sungguh suram
Sesekali ku tengadahkan wajah
pada udara
Mana awan nan berkilau bak pualam
Aku menanti jawaban…




0 komentar